RWAku
Agen Penjual RWA Teregulasi OJK

RWAku

Bibit-nya Real World Asset. Satu aplikasi untuk beli obligasi negara, sukuk, properti, dan proyek energi — dalam bentuk token, mulai dari Rp 100 ribu.

PT sudah berdiri Prototipe bisa diakses Proses pendaftaran OJK
Coba prototipenya sekarang rwaku-mock.dimsky.xyz
Masalahnya

Rp 20.000 triliun uang orang Indonesia,
parkir di tempat yang salah.

Rp 10.294 T
Dana pihak ketiga di perbankan
Mei 2026 · +13,49% yoy
Rp 10.259 T
Aset di pasar modal (KSEI)
Des 2025
1–2%
Bunga tabungan yang mereka dapat
di bawah inflasi

Produk imbal hasil 8–12% ada dan legal di Indonesia. Masalahnya bukan produk — masalahnya nggak ada rak jualan yang bagus.

Buktinya sudah ada

Orang Indonesia sudah beli aset dunia nyata
versi digital. Dalam skala besar.

Rp 172,7 T
Transaksi emas digital, semester I 2026
dari Rp 24,6 T di semester I 2025 — naik 601%
Rp 152 T
Penjualan SBN Ritel sepanjang 2025
ORI030 sendiri laku Rp 21,9 T · lewat mitra distribusi
Emas digital itu RWA tanpa label RWA. Permintaannya sudah terbukti — yang belum ada cuma raknya untuk kelas aset lainnya.
Orangnya siap

Dua pasar, 50 juta akun,
sebagian besar orang yang sama.

28,96 jt
Investor pasar modal (SID)
Juni 2026 · dari 3,8 jt di 2020
22,4 jt
Investor aset keuangan digital
Mei 2026
Rp 23 T
Transaksi aset digital / bulan
Rp 122 T YTD s/d Mei 2026
54%
Investor berusia < 30 tahun
generasi yang nggak takut aplikasi

Pertumbuhan investor pasar modal 7,6x dalam 6 tahun — jauh melampaui target KSEI sendiri. Mereka sudah punya dua aplikasi. Belum ada yang menyatukan.

Gelombang globalnya

RWA bukan hype kripto.
Ini institusi terbesar dunia yang pindah.

US$ 36 M
Nilai RWA on-chain
Juli 2026 · +400% sejak Jan 2025
US$ 2,5 M
BlackRock BUIDL
+ Apollo, Hamilton Lane, JPMorgan
US$ 16 T
Proyeksi BCG untuk 2030
~50% CAGR dari posisi sekarang
Insight

Reksa dana ada sejak 1996.
Butuh Bibit supaya 15 juta orang beli.

Yang mereka tidak lakukan

  • Menciptakan produk baru
  • Mengelola dana
  • Menanggung risiko aset

Yang mereka lakukan

  • Bikin raknya bagus — UI simpel
  • Turunkan minimum ke Rp 10 ribu
  • Onboarding 5 menit
RWA hari ini = reksa dana tahun 2015. Produknya mulai ada, aturannya lagi jadi, raknya belum ada. Yang menang bukan yang bikin produk — yang punya raknya.
Posisi

Kita raknya. Bukan pabriknya.

RWAku BUKANRWAku ADALAH
✕  Penerbit RWA✓  Agen penjual / aggregator teregulasi
✕  Crypto exchange✓  Etalase produk investasi aset nyata
✕  Produk DeFi✓  Terpusat, teregulasi OJK
✕  Wallet / seed phrase✓  Blockchain cuma rel settlement di belakang layar

Konsekuensinya: nggak nanggung risiko kredit penerbit, nggak nanggung risiko harga, nggak butuh modal balance-sheet. Kita ambil fee distribusi dari setiap rupiah yang lewat — asset-light, margin tinggi, scalable.

Produk · demo langsung

Katalog hari pertama: yang sudah boleh dijual.

ProdukImbal hasil datang dariImbal hasilSifatMin.
ORI023 — Obligasi NegaraKupon dibayar APBN, bulanan8,75%tetapRp 100rb
Sukuk Ritel SR021Imbalan ijarah, sewa aset negara7,90%tetapRp 100rb
PLTS Solar Farm NusantaraBagi hasil PPA dengan offtaker12,20%proyeksiRp 1 jt
Green Bond InfrastrukturKupon obligasi korporasi (SMI)10,10%tetapRp 1 jt
Apartemen Taman MelatiBagi hasil pendapatan sewa9,50%proyeksiRp 5 jt
Cash Wakaf Linked SukukImbalan negara + program wakaf6,50%tetapRp 100rb

Kita nggak nunggu aset eksotis. Kita mulai dari yang sudah laku Rp 152 triliun setahun — cuma raknya jauh lebih bagus. Katalog eksotis nyusul setelah POJK tokenisasi turun.

Ini bukan APY. Nggak ada token yang dicetak buat bayar yield — tiap rupiah imbal hasil punya penyewa, offtaker listrik, atau APBN di belakangnya. Dan yang membayarnya penerbit, bukan kami.

Buka prototipenya — register, jelajah, alur investasi rwaku-mock.dimsky.xyz
Timing

Aturannya lagi ditulis. Bulan ini.

RegulasiStatusArtinya buat kita
POJK 27/2024BerlakuPayung hukum kita mendaftar sekarang
POJK 23/2025BerlakuKerangka aset digital diperkuat
POJK Tokenisasi RWATarget Q3 2026Buka emas, properti, surat utang, komoditas
Stablecoin rupiahSandbox OJK + BIRel pembayaran domestik
Kita nggak nebak masa depan — kita cuma milih berdiri di pintu keluarnya. Yang punya lisensi waktu POJK turun, dapat keunggulan 18–24 bulan.
Lanskap

Bursa sudah masuk RWA — lewat pintu yang berbeda.

INDODAX

9,9 juta pengguna — 46,5% pengguna kripto nasional, 38% volume. Sudah listing 20 aset RWA (Apple, NVIDIA). Menyebut RWA "motor pertumbuhan baru".

→ Aset asing, user kripto

Pintu

10 saham & ETF AS ter-tokenisasi (Feb–Mar 2026), mulai Rp 11.000. Diawasi OJK.

→ Aset asing, user kripto

RWAku

Aset Indonesia teregulasi. ORI, sukuk negara, properti lokal, proyek energi lokal — dalam aplikasi investasi, bukan aplikasi kripto.

→ Aset lokal, user arus utama

Bursa besar sudah memvalidasi tesisnya — itu kabar bagus, bukan ancaman. Tapi semuanya menjual aset asing ke pengguna kripto. Yang beli ORI di Bibit dan nabung emas di Pegadaian nggak akan buka aplikasi bursa — bukan soal produk, soal persepsi. Segmen itu yang kosong, dan itu segmen yang jauh lebih besar.

Gimana bisa jadi gede

Empat lapis. Tiap lapis mengunci lapis berikutnya.

1 · Agen penjual ritel — 2026–28

Fee distribusi per transaksi. Model yang sudah terbukti di APERD & mitra distribusi SBN.

2 · Jadi rel distribusi — 2028+

Buka API. Bank daerah, e-wallet, koperasi pakai katalog kita. Satu partner = jutaan user sekaligus. Ini pengalinya.

3 · Pasar sekunder — 2029+

Punya sisi permintaan terbesar → jadi tempat paling logis untuk likuiditas. Dari "Bibit-nya RWA" jadi bursanya RWA Indonesia.

4 · Regional — 2030+

Playbook "reseller teregulasi" dicopy ke Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand. ASEAN ≈ 680 juta orang.

Angka

Bottom-up, bukan mimpi.

TahunUser aktifRata2 saldoAUMTake rateRevenue
Y1 · 202725.000Rp 4 jtRp 100 M1,2%Rp 1,2 M
Y2 · 2028120.000Rp 6 jtRp 720 M1,2%Rp 8,6 M
Y3 · 2029350.000Rp 8 jtRp 2,8 T1,1%Rp 31 M
Y5 · 20311.500.000Rp 12 jtRp 18 T1,0%Rp 180 M

M = miliar, T = triliun. Sanity check: 1,5 juta user di Y5 = 5% dari 30 juta investor pasar modal yang sudah ada hari ini. Bukan bikin pasar baru — ambil sepotong pasar yang sudah jalan dan tumbuh 2 juta+ investor per tahun.

Unit economics

Take rate 1% itu bukan karangan.

0,4–1,5%
Fee distribusi penerbit (upfront)
preseden: mitra distribusi SBN
0,3–1,0%
Trailing fee per tahun
preseden: APERD reksa dana
1–2%
Arrangement fee produk korporasi
per deal
Rp 100rb
CAC target
Rp 90rb
Revenue tahun pertama / user
13 bln
Payback
4,5x
LTV : CAC

Semua fee dibayar penerbit, bukan investor — user tetap merasa gratis, persis model Bibit. Dan saldo user naik tiap tahun tanpa biaya akuisisi baru: kohor lama makin menguntungkan.

Moat

Kenapa kita, dan kenapa susah disusul.

12–18 bulan ke depan kategori ini akan punya pemenang. Setelah itu pintunya nutup.
Risiko — kita sebut duluan

Yang bisa salah, dan gimana kita tangani.

RisikoMitigasi
POJK tokenisasi mundurPOJK 27/2024 & 23/2025 sudah cukup untuk katalog awal — POJK baru adalah upside, bukan syarat
Sisi supply: penerbit nggak mauMulai dari SBN ritel (skema mitra distribusi Kemenkeu sudah terbuka), baru naik ke korporasi
Pemain besar masukLisensi + deal penerbit pertama = keunggulan 18–24 bulan; bisa jadi partner, bukan lawan
Edukasi pasar mahalKita nggak jual "RWA". Kita jual "obligasi negara 8,75%, mulai Rp 100 ribu"
Likuiditas sekunder belum adaFase 1 sengaja pilih produk hold-to-maturity yang orang Indonesia sudah biasa
Posisi & 12 bulan ke depan

Di mana kami sekarang.

✓ Sudah ada

  • PT berdiri
  • Prototipe bisa diakses publik
  • Katalog & disclosure siap

Alur user lengkap — data & transaksi masih dummy, belum ada backend

Berikutnya · 0–6 bulan

  • Rampungkan pendaftaran OJK
  • Kunci penerbit pertama
  • Backend, KYC, settlement

Lalu · 6–12 bulan

  • Kohor user pertama
  • Transaksi pertama berjalan
  • Katalog penerbit meluas
Penutup

Raknya belum ada.
Kita lagi bikin.

Reksa dana butuh 20 tahun buat sampai ke 15 juta orang, karena raknya nggak ada sampai Bibit bikin. RWA nggak akan butuh 20 tahun — regulasinya lagi ditulis sekarang, orangnya sudah beli aset digital Rp 23 triliun sebulan, dan emas digital naik 601% setahun.

Pertanyaannya bukan apakah ini kejadian —
tapi siapa yang punya raknya waktu kejadian.