Bibit-nya Real World Asset. Satu aplikasi untuk beli obligasi negara, sukuk, properti, dan proyek energi — dalam bentuk token, mulai dari Rp 100 ribu.
Produk imbal hasil 8–12% ada dan legal di Indonesia. Masalahnya bukan produk — masalahnya nggak ada rak jualan yang bagus.
Pertumbuhan investor pasar modal 7,6x dalam 6 tahun — jauh melampaui target KSEI sendiri. Mereka sudah punya dua aplikasi. Belum ada yang menyatukan.
| RWAku BUKAN | RWAku ADALAH |
|---|---|
| ✕ Penerbit RWA | ✓ Agen penjual / aggregator teregulasi |
| ✕ Crypto exchange | ✓ Etalase produk investasi aset nyata |
| ✕ Produk DeFi | ✓ Terpusat, teregulasi OJK |
| ✕ Wallet / seed phrase | ✓ Blockchain cuma rel settlement di belakang layar |
Konsekuensinya: nggak nanggung risiko kredit penerbit, nggak nanggung risiko harga, nggak butuh modal balance-sheet. Kita ambil fee distribusi dari setiap rupiah yang lewat — asset-light, margin tinggi, scalable.
| Produk | Imbal hasil datang dari | Imbal hasil | Sifat | Min. |
|---|---|---|---|---|
| ORI023 — Obligasi Negara | Kupon dibayar APBN, bulanan | 8,75% | tetap | Rp 100rb |
| Sukuk Ritel SR021 | Imbalan ijarah, sewa aset negara | 7,90% | tetap | Rp 100rb |
| PLTS Solar Farm Nusantara | Bagi hasil PPA dengan offtaker | 12,20% | proyeksi | Rp 1 jt |
| Green Bond Infrastruktur | Kupon obligasi korporasi (SMI) | 10,10% | tetap | Rp 1 jt |
| Apartemen Taman Melati | Bagi hasil pendapatan sewa | 9,50% | proyeksi | Rp 5 jt |
| Cash Wakaf Linked Sukuk | Imbalan negara + program wakaf | 6,50% | tetap | Rp 100rb |
Kita nggak nunggu aset eksotis. Kita mulai dari yang sudah laku Rp 152 triliun setahun — cuma raknya jauh lebih bagus. Katalog eksotis nyusul setelah POJK tokenisasi turun.
Ini bukan APY. Nggak ada token yang dicetak buat bayar yield — tiap rupiah imbal hasil punya penyewa, offtaker listrik, atau APBN di belakangnya. Dan yang membayarnya penerbit, bukan kami.
Buka prototipenya — register, jelajah, alur investasi rwaku-mock.dimsky.xyz| Regulasi | Status | Artinya buat kita |
|---|---|---|
| POJK 27/2024 | Berlaku | Payung hukum kita mendaftar sekarang |
| POJK 23/2025 | Berlaku | Kerangka aset digital diperkuat |
| POJK Tokenisasi RWA | Target Q3 2026 | Buka emas, properti, surat utang, komoditas |
| Stablecoin rupiah | Sandbox OJK + BI | Rel pembayaran domestik |
9,9 juta pengguna — 46,5% pengguna kripto nasional, 38% volume. Sudah listing 20 aset RWA (Apple, NVIDIA). Menyebut RWA "motor pertumbuhan baru".
→ Aset asing, user kripto
10 saham & ETF AS ter-tokenisasi (Feb–Mar 2026), mulai Rp 11.000. Diawasi OJK.
→ Aset asing, user kripto
Aset Indonesia teregulasi. ORI, sukuk negara, properti lokal, proyek energi lokal — dalam aplikasi investasi, bukan aplikasi kripto.
→ Aset lokal, user arus utama
Bursa besar sudah memvalidasi tesisnya — itu kabar bagus, bukan ancaman. Tapi semuanya menjual aset asing ke pengguna kripto. Yang beli ORI di Bibit dan nabung emas di Pegadaian nggak akan buka aplikasi bursa — bukan soal produk, soal persepsi. Segmen itu yang kosong, dan itu segmen yang jauh lebih besar.
Fee distribusi per transaksi. Model yang sudah terbukti di APERD & mitra distribusi SBN.
Buka API. Bank daerah, e-wallet, koperasi pakai katalog kita. Satu partner = jutaan user sekaligus. Ini pengalinya.
Punya sisi permintaan terbesar → jadi tempat paling logis untuk likuiditas. Dari "Bibit-nya RWA" jadi bursanya RWA Indonesia.
Playbook "reseller teregulasi" dicopy ke Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand. ASEAN ≈ 680 juta orang.
| Tahun | User aktif | Rata2 saldo | AUM | Take rate | Revenue |
|---|---|---|---|---|---|
| Y1 · 2027 | 25.000 | Rp 4 jt | Rp 100 M | 1,2% | Rp 1,2 M |
| Y2 · 2028 | 120.000 | Rp 6 jt | Rp 720 M | 1,2% | Rp 8,6 M |
| Y3 · 2029 | 350.000 | Rp 8 jt | Rp 2,8 T | 1,1% | Rp 31 M |
| Y5 · 2031 | 1.500.000 | Rp 12 jt | Rp 18 T | 1,0% | Rp 180 M |
M = miliar, T = triliun. Sanity check: 1,5 juta user di Y5 = 5% dari 30 juta investor pasar modal yang sudah ada hari ini. Bukan bikin pasar baru — ambil sepotong pasar yang sudah jalan dan tumbuh 2 juta+ investor per tahun.
Semua fee dibayar penerbit, bukan investor — user tetap merasa gratis, persis model Bibit. Dan saldo user naik tiap tahun tanpa biaya akuisisi baru: kohor lama makin menguntungkan.
| Risiko | Mitigasi |
|---|---|
| POJK tokenisasi mundur | POJK 27/2024 & 23/2025 sudah cukup untuk katalog awal — POJK baru adalah upside, bukan syarat |
| Sisi supply: penerbit nggak mau | Mulai dari SBN ritel (skema mitra distribusi Kemenkeu sudah terbuka), baru naik ke korporasi |
| Pemain besar masuk | Lisensi + deal penerbit pertama = keunggulan 18–24 bulan; bisa jadi partner, bukan lawan |
| Edukasi pasar mahal | Kita nggak jual "RWA". Kita jual "obligasi negara 8,75%, mulai Rp 100 ribu" |
| Likuiditas sekunder belum ada | Fase 1 sengaja pilih produk hold-to-maturity yang orang Indonesia sudah biasa |
Alur user lengkap — data & transaksi masih dummy, belum ada backend
Reksa dana butuh 20 tahun buat sampai ke 15 juta orang, karena raknya nggak ada sampai Bibit bikin. RWA nggak akan butuh 20 tahun — regulasinya lagi ditulis sekarang, orangnya sudah beli aset digital Rp 23 triliun sebulan, dan emas digital naik 601% setahun.